[bukan review] Detective Conan 89

detektif-conan-89

“Sinar matahari menyebabkan udara di dalam kantong menghangat hingga mengembang lalu melayang karena kepadatan udara di luar kantong lebih rendah daripada di dalam. Kantong berwarna hitam akan memudahkan untuk mengumpulkan panas matahari, sedangkan bentuk silinder untuk memudahkan menghangatkan udara di dalam kantong sampai ke pusatnya.”

Mungkin saja dulu hal semacam ini pernah dipelajari dalam pelajaran sains, namun sesungguhnya aku tidak mengingatnya sama sekali #plak #maafkanakuibubapakguru. Terima kasih Tuan Aoyama Gosho telah menambah lagi wawasanku dengan adanya kasus ‘ufo’.

Ditambah lagi dengan penjelasan Conan mengenai kesan pertama dari sebuah benda yang tertangkap oleh mata, yang dipengaruhi baik ukuran maupun warna yang ada di sekitarnya.

“Kesan yang terlihat mata itu dipengaruhi oleh ukuran benda di sekitarnya. Makanya jadi terlihat berukuran sama. Jika warna di sekelilingnya hitam, maka warna yang di kelilingnya akan terlihat lebih terang dari sesungguhnya.”

Selalu ada sisi positif dan negatif dalam segala hal, termasuk tentang penampilan fisik seseorang. Jika orang yang kita sukai memiliki wajah yang rupawan plus body proporsional, pastinya kita akan bangga mengenalkannya pada semua orang. Buruknya, banyak orang lain yang juga menyadarinya lalu akan mencoba mendekatinya juga. Saingan pun semakin banyak. Itulah yang dirasakan oleh penggemar Kazunobu Chiba yang berupaya membuat Chiba menguruskan berat badannya, tapi berakhir dengan mengirimi cokelat yang banyak untuk Chiba.

Bukan hanya itu saja, aku pun dibuat mupeng dengan isi surat yang diberikan oleh Master Shukichi Haneda pada Yumi.

Kapankah aku bisa menerima surat seperti itu dari orang yang aku cintai?

Kapan?

Kapan?

Oh Tuhan, Kapankah?

..

..

..

..

Sudah. Cukup. Dramanya.

4 balon matahari untuk Detektif Conan volume 89.

Advertisements

[Resensi] Daylight

Judul : Daylight | Penulis : Robin Wijaya

| Halaman : 296 | Penerbit : Elex Media Komputindo

Setiap orang selalu punya motivasi yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu (Halaman : 232)

Itulah yang dilakukan oleh Gabriel Hanggia, pemilik The Cushy Cafe, ketika sebuah pesan masuk ke dalam surel miliknya. Pesan yang memberitahu bahwa ia lolos seleksi awal sebuah kompetisi memasak yang selama ini menjadi impiannya. Berangkat ke Jakarta dan menjalani serangkaian seleksi agar dapat masuk 20 besar dalam Star Chef sudah terbayang di depan mata hingga sebuah telepon membuatnya bimbang.

Mengejar impiannya atau mengambil kembali perannya sebagai ayah dari Kate (putri dari pernikahannya dulu) pasca meninggalnya mantan isterinya bersama suaminya yang baru akibat kecelakaan mobil. Awalnya Gabriel bingung memilih diantara pilihan yang ada, namun Amanda (kekasihnya) menawarkan bantuan untuk menjaga Kate secara bergantian bersama Angga dan Tari (staf The Cushy Cafe) jika Gabriel bersedia mengikuti proses seleksi di Jakarta.

Kompetisi yang dihadapi oleh Gabriel tidaklah mudah. Semua berkeinginan menjadi pemenang meski dengan cara-cara yang tidak sportif. Strategi diperlukan untuk memetakan kekuatan dan kelemahan lawan. Gabriel berkoalisi dengan Petra – yang suka memasak karena didikan sang kakek – untuk berusaha mencapai babak Final. Keinginan itu mungkin akan terwujud jika saja Gabriel tidak mendengar kabar bahwa telah terjadi sesuatu pada Kate.

Lalu apakah Gabriel akan terus melanjutkan perjuangannya mengejar mimpinya untuk menjadi pemenang dalam Star Chef ? ataukah Gabriel lebih memilih pulang ke Bandung demi putri kecilnya ?

*****

Tulisan kesekian dari Kak Robin yang berhasil diselesaikan. Awalnya mengira novel ini akan ada sedekit keterkaitan dengan Nightfall, tapi ternyata tidak sama sekali. Natalie kukira akan memiliki porsi lebih di sini, namun lagi-lagi aku salah. Natalie memang disebutkan di awal cerita, memasuki pertengahan hingga akhir Natalie benar-benar menghilang.

Kak Robin menulis dengan rapi, hampir tidak ada typo. Penggambaran akan suasana kompetisi memasaknya keren. Aku dapat wawasan baru tentang bagaimana cara memasak (kalau aku sih menganut paham, yang penting masakannya matang :P) dan bahwa garnis pun berperan penting dalam penilaian sebuah kompetisi memasak. Riset yang dilakukan Kak Robin detail. Sayang alurnya terasa lambat dan bertele-tele ketika masa kompetisi tersebut. Aku sudah menduga ada yang tidak beres ketika Amanda seakan menyembunyikan sesuatu dari Gabriel tentang Kate. Dari sana, alur mulai cepat dan Gabriel harus memilih untuk melanjutkan mimpinya ataukah bersama keluarganya.

Kalau dua orang yang terikat merasa tak punya satu topik pun untuk dibicarakan, kurasa mereka perlu memugar hubungan itu kembali (Halaman : 169).

Chemistry yang terjalin antara Gabriel dan Amanda tidak cukup kuat untuk kurasakan. Aku malah lebih suka interaksi antara Gabriel, Petra, Aly dan teman-temannya selama masa karantina. Untuk karakter Kate, aku menyukainya. Gadis kecil yang manis, cerdas dan penyuka kelinci.

IMG-20160110-01010

Jadi jika ditanya ‘pin bintang warna’ apa yang akan kuberikan untuk novel Kak Robin yang khusus kubeli dengan mengikuti PO (Kak, bonus card Indri manaaa? *tetep ditanya* :P) aku akan menjawab : Perak !!!

Penuhi dulu isi hatimu sebelum kau memenuhi isi hati orang lain. Teko yang kosong tak akan pernah mampu mengisi cangkir-cangkir (Hal: 2)

[Resensi] Barakamon Volume 1

IMG-20150830-00879

“Bakat yang paling hebat itu adalah bekerja keras.” (Hiroshi)

Seishu Handa, kaligrafer tampan yang berusia 23 tahun ini memutuskan pindah ke desa karena sebuah insiden yang terjadi pada pesta penghargaan Eika. Sebagai seorang pemenang, Handa merasa ‘diremehkan’ dengan perkataan kepala museum yang mengkritik hasil karyanya.

Handa pikir dengan pindah ke desa dia bisa menghasilkan sebuah karya yang ‘tidak seperti huruf baku’. Sebuah karya yang tidak hanya ditulis untuk meraih penghargaan. Namun dia salah jika menduga rencananya dapat berjalan mulus. Karena di desa itulah dia bertemu dengan Naru – seorang bocah perempuan badung yang menjadikan tempat tinggal Handa sebagai markasnya.

Dapatkah Handa hidup dengan tenang dan menghasilkan karya nya di desa itu tanpa ‘gangguan’ dari Naru serta para tetangga yang ternyata begitu ‘peduli’ terhadap kedatangan orang baru di desanya?

“Kamu tak perlu mengincar sesuatu yang telah didapat orang, tapi kamu juga tak perlu menyerah.” (Nenek Yasuba)

*****

Para tokoh dalam komik ini :

Seishu Handa : Kaligrafer. Senang dipuji. Tidak suka dikritik. Harga dirinya tinggi.

Naru : Bocah perempuan kelas 1 SD yang ceria, bersemangat, dan juga polos.

Hiroshi : Siswa kelas 3 SMA yang sering mendapat angka 3 di rapornya. Baik hati. Mudah menyerah dan kurang bekerja keras.

Kenta dan Hiina : Teman-teman sekelas Naru.

Miwa dan Tama : Siswi SMP yang juga menjadikan rumah Handa sebagai markas.

Nenek Yasuba : Bijaksana dan sayang pada Naru.

*****

Mengenal Barakamon dari seorang teman yang merupakan penggemar anime, dan dia menyukainya. Berbalut rasa penasaran karena belum menonton versi anime, begitu tahu ada komiknya langsung menjadi wishlist. Dan ternyata aku juga menyukainya.

Ada pesan dalam komik ini yang kumengerti, seperti misalnya :

‘Jangan mudah menyerah karena hanya sebuah kritik.’

Bukankah kritik pada dasarnya adalah masukkan agar sebuah karya menjadi lebih baik.

‘Jangan melakukan pekerjaan dengan setengah-setengah.’

Lalu ada percakapan antara Nenek Yasuba dan Handa yang menjadi kesukaan. Ketika Handa merasa putus asa dalam acara menangkap mochi.

“Kamu tak boleh melihat ke atas terus, kamu pikir mochinya jatuh dari atas. Walaupun kamu incar pada saat itu, kamu takkan bisa menangkapnya. Tunggu dengan sabar. Tangkap saat mereka jatuh ke tanah. Lihatlah ke bawah karena di luar dugaan kesempatan jatuh ke bawah.”

…. dan aku harus sabar menanti volume 2 dari komik ini.

Semoga tak lama 🙂

[Tentang Conan : 85]

IMG-20150830-00875

Akhirnya seri merah telah berhasil terungkap kebenarannya!

Terkuaknya simpul misteri terlarang yang dinantikan semua penggemar Conan telah terselesaikan!

Di sisi lain, Taiko Meijin, Haneda Shukichi,dan Conan muncul untuk memecahkan kode. Saat Sera dan adiknya berpenampilan pakaian renang di kolam renang glamor ditemukan mayat tenggelam.

***

Semakin dibuat penasaran dengan organisasi jubah hitam.
Muncul pula tokoh baru dengan nama sandi RUM, yang katanya adalah orang yang lebih penting daripada Gin.

..dan seperti biasa setelah selesai membaca edisi terbaru ini ada fakta-fakta baru sekaligus pertanyaan yang terbersit ketika aku menutup halaman terakhir seri ini:

1. Aku punya dugaan kalau RUM adalah Haneda Shukichi – pacarnya Yumi yang juga seorang Taiko Meijin – karena sepertinya Akai menaruh perhatian pada berita kemenangan Haneda merebut 7 gelar. Namun entah dugaanku ini benar atau tidak. We will see in next volume.

2. Toru Amuro adalah seorang ‘penyusup’ yang juga mengincar organisasi jubah hitam namun berbeda kepentingan dengan para agen FBI. Itu mengapa Conan menyebutnya sebagai seorang pembohong. Toru Amuro memiliki nama asli Rei Furuya (nama sandinya Zero) yang ternyata memiliki keterikatan masa lalu dengan Shuichi Akai. Masa lalu yang seperti apa? itu juga yang akan kunantikan di volume berikutnya. Timbul pertanyaan, mengapa Vermouth tidak menyadari kalau Toru Amuro itu seorang penyusup – di organisasi jubah hitam, nama sandinya adalah Bourbon – ? bukankah Vermouth itu sangat pintar? atau Vermouth berpura-pura tidak tahu
karena suatu alasan? (aishhh banyak kali pertanyaanku kan :P)

3. Siapa sebenarnya yang ingin dilindungi oleh agen FBI, Shuichi Akai – yang ternyata masih hidup dan menyamar sebagai Subaru Okiya yang tinggal di rumah Shinichi ?

4. Siapa itu Scotch?

Di balik banyaknya yang menjadi pertanyaanku, ada kalimat yang menjadi favoritku dalam seri ini. Kalimat yang Akai tujukan pada Rei Furuya :

“Jangan terpaku dengan apa yang ada di depanmu supaya kau tidak salah menentukan siapa yang harusnya kau kejar.”