Pasangan Kencan

a

Cinta itu sabar. Ia akan selalu belajar dari sebuah kesalahan. Bukan malah mencari kesalahan. Ia akan belajar memaafkan dan menerima. (halaman : 59)

Cerita bermula dengan bagaimana Kia dan Bas adalah dua orang teman yang sangat dekat. Di mana ada Kia, maka akan ditemukan pula Bas di sisinya. Mereka akrab. Saling menguatkan dan mendukung satu sama lain. Bukan berarti tidak ada intrik di antara mereka, namun pada akhirnya mereka akan berbaikan lagi dan lagi. Kembali menikmati senja dari atas atap bersama.

Konflik mulai terasa ketika hidup memasuki fase selanjutnya. Kuliah. Bas dan Kia yang terpisah jarak semakin jarang berkomunikasi. Menatap senja dari atas atap sembari menikmati secangkir cokelat panas ditemani dengan orang yang dicinta adalah rutinitas yang sering dirindukan oleh Kia ketika dia harus pergi ke Gunung Kidul untuk KKN. Dan Bas, sahabat sejak kecil Kia, yang juga menjadi cintanya, pergi ke negeri seberang demi membuat orang tuanya bangga. Beruntungnya Kia, selama KKN dia ditemani oleh teman yang selalu membuatnya nyaman, Hisyam. Orang yang ada di sisinya pasca kepergian Bas. Hisyam pula yang setia menemaninya menikmati cokelat panas di akhir hari.

Akankah Kia masih menyimpan perasaan yang sama untuk Bas yang telah lama tidak berjumpa dengannya, meskipun Hisyam senantiasa ada di sampingnya ? Akankah tujuh belas tahun kebersamaan Kia – Bas harus berakhir demi meraih masa depan ?

Emang kalau ngeluh gitu, skripsinya bisa cepet selesai? (halaman : 261)

*****

Zonk.

Bukan. Bukan zonk mengenai cerita dalam novel ini. Bukan. Sama sekali bukan.

Begitu kubuka sampul pembungkusnya, aku sudah punya dugaan tentang cerita apa yang disuguhkan dalam novel ini. Jadi aku tidak menaruh ekspektasi apa-apa ketika membacanya.

Yang aku maksud zonk adalah, ‘tebakanku mengenai apa yang menjadi pasangan kencanku’. Aku punya dugaan bahwa prioritas pertamaku yang akan menjadi pasanganku, karena eh karena si ‘pemilik’nya mengirim pesan kepadaku. Ternyata aku salah, yang berjodoh denganku bukanlah pilihanku yang pertama, melainkan pilihanku yang kedua.

Berbicara tentang pilihan pertamaku, aku punya dugaan buku apa itu sebenarnya. ALLY. Apakah ada unsur kata itu dalam judul buku yang menjadi pilihan pertamaku? (tanya Putri Natalia :P)

Kaget ketika pasangan kencanku ternyata bukan buku yang telah kuduga, haha. Jadinya gak bisa membuktikan apakah analisisku sudah sehebat Heiji ataukah masih setingkat Kogoro 😀 hehe.

Walau tebakanku salah, aku cukup senang ketika menemukan selembar kertas yang diapit bookmark yang berasal dari si pengirim. Menerima sebuah surat dari teman bertukar buku yang selama ini hanya kuikuti dalam linimasa.

P_ambangsari, terima kasih telah menuliskan ‘surat pengantar’ itu 🙂

Fifah dan Putri Natalia, terima kasih telah menyelenggarakan event kece bertajuk Blind Date With A Book. Semoga tahun depan masih akan ada event serupa atau malah event yang jauh lebih kece lagi dan aku dengan senang hati akan berpartisipasi meramaikannya.

PS :

Ah iyaa, sekalian ingin memberi tahu identitas asli dari buku yang ku ikutsertakan dalam Blind Date kemarin :

my-favorite-good-bye
Penulis adalah orang-orang kesepian yang sulit dimengerti | Diterbitkan di dua negara | Tokoh utamanya pria
51rQ38oOgXL._SX348_BO1,204,203,200_
Kumpulan cerpen | Penulis perempuan yang pernah memenangkan Khastulistiwa Literary Award | Anjing | Manusia yang hidup abadi
26869062
Remaja | Aceh | Sebuah Janji | Kertas

Bagi yang menebak Tere Liye untuk buku yang ketiga, kalian salah total saudara-saudara huahaha 😛

 

Cheers,

Indri

Advertisements

5 thoughts on “Pasangan Kencan

  1. Putri Natalia April 24, 2016 / 8:18 am

    Jawaban untuk investigasimu nanti ya kalo semua peserta sudah membuat reviewnya.. 😀. Terima kasih sudah mau berpartisipasi dalam event ini. 🙂

    Like

    • Indri May 11, 2016 / 3:40 am

      Iyaa sama-sama Mput.. Senang bisa berpartisipasi 🙂

      Like

  2. Pramestya Ambangsari April 24, 2016 / 8:30 am

    Sempet takut kalau ekspektasi tentang buku yg kukirim terjatuhkan saat tahu ternyata bukunya Hot Chocolate ternyata kamu cuma sedih karena bukan pilihan yg pertama. Selamat memiliki novel itu 🙂

    Btw, ternyata Pesawat Kertas Terakhir toh, aku nggak bisa nebak yang itu.

    Like

    • Indri May 22, 2016 / 1:25 pm

      karena aku mirip Kazuha #eh #digeplak 😛

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s