[Resensi] Love Theft #1

Judul : Love Theft #1
Penulis : Prisca Primasari
Halaman : 192
Penerbit : Self Published

lovetheft1

“Manusia itu cuma memedulikan harta, rupa, dan kekuasaan. Kalau kamu bisa memiliki satu saja, kamu akan selamat di dunia. Kalau tidak, bersiaplah ditendang jauh-jauh.” (Hal : 127)

Frea Rinata adalah gadis yang kurang beruntung di kampus. Meski sudah sering berupaya untuk dapat tampil di sebuah resital namun tetap saja dia gagal. Dosen-dosen menganggap permainan biolanya sering tidak mematuhi kaidah musik klasik. Frea senang berimprovisasi sendiri, dan tipe seperti itu bukanlah kesukaan para dosen. Kegagalan yang dialami membuatnya lelah sehingga dia mengajukan cuti kuliah.

Kehidupannya berubah menjadi menarik ketika dia bergabung dengan anak buah pamannya (Vito) – yang memiliki sindikat bernama Arthropods – yang dipanggil Liquor dan Night. Sindikat ini ‘mempekerjakan’ orang sebagai pencuri. Pencuri yang tidak biasa. Layaknya Robinhood, sindikat ini hanya mencuri dari para konglomerat kelas atas yang tidak akan merasa kehilangan jika sebuah porsche atau berlian mereka raib. Hasil curian itu kemudian akan disumbangkan untuk orang-orang yang kurang mampu melalui lembaga-lembaga amal. Night, Liquor dan Tarantula adalah tiga pencuri yang diceritakan dalam novel ini. Night dengan kupu-kupunya. Liquor bersama ngengatnya, dan tarantula yang tak lepas dari laba-labanya. Kemunculan Tarantula memiliki porsi yang sedikit, berbeda dengan Night dan Liquor yang menjadi fokus cerita, dengan Frea tentu saja.

“Karena dosa yang dilakukan berkali-kali tidak akan terasa seperti dosa lagi.” (Hal : 125)”

Semenjak Frea cuti kuliah dan bergabung dalam sindikat ini, Night malah memutuskan untuk mengundurkan diri dan kembali ke negeri asalnya, Jepang. Sebelum kepergiannya, Night mengalihkan tugas terakhirnya kepada Liquor yaitu mencuri sebuah kalung Tiffany & Co milik Coco Kartikaningtias (putri dari pengusaha batu bara). Tanpa pernah mereka sangka dari sanalah kerumitan bermula, karena Coco tidak dengan mudah melupakan kalungnya begitu saja. Padahal gadis seperti Coco biasanya tidak pernah ambil pusing dengan kehilangan yang dialaminya. Coco memasang banyak sekali iklan, reklame dan menyiarkan berita kehilangannya pada Entertaiment Club. Publikasi besar-besaran. Dan inilah yang dihindari oleh Arthropods.
Untuk meredam itu semua Liquor terpaksa mengakui pada Coco kalau dia adalah pencurinya dan meminta Coco untuk merelakan kalung itu. Namun Coco bersikeras itu adalah kalung yang sangat berarti baginya dan dia bersedia memberikan apa saja asal kalung itu kembali padanya. Ada apa dengan kalung itu, mengapa kalung itu sangat berarti bagi Coco? Lalu bagaimana cara Liquor, Night serta Frea menghadapi itu semua? Serta sampai kapan Frea harus menyangkal rasa cintanya pada Liquor?

*****

Sebelum novel ini resmi dirilis, aku sudah jatuh cinta pada side story yang Mbak Prisca tuliskan dalam tumblr miliknya. Berawal dari sana lah aku memutuskan jika suatu hari novel ini diterbitkan, aku memasukkannya ke dalam daftar yang wajib dimiliki. Cerita antara Frea, Liquor dan Night ini masih khas Mbak Prisca, manis dan membekas. Nuansa manga bercampur misteri serta romance yang gak menye-menye menjadi satu paket lengkap yang mengemas isi novel secara keseluruhan.

Ada beberapa part yang aku suka dalam novel ini, seperti ketika Night memberikan jam saku pada Frea, karena menurutnya Frea adalah orang yang suka menunggu. Saat Night menjelaskan alasannya tentang peri kupu-kupu. (Lho kenapa part Night semua yah? padahal kan aku charmingnya sama Liquor. Soalnya gak etis kalau aku charming pada Night yang telah beristri, udah gitu dia sayang banget lagi sama istrinya hohoho :p).

Sikap Liquor yang sok (misterius) itu mengingatkanku pada seorang yang juga bertanggal lahir sama, namun berbeda golongan darah dengan Liquor. His blood type are B.

Overall, suka banget sama Love Theft #1 ini dan mesti bersabar untuk tahu gimana perkembangan hubungan Frea – Liquor – Night serta alasan yang menjelaskan mengapa Liquor dan Night bersedia menjadi ‘pencuri’.

“Liquor dan Night sama. Jadi kriminalis cuma gara-gara wanita.” (Hal : 61)

Lima sayap kupu-kupu untuk novel ini.

Advertisements

One thought on “[Resensi] Love Theft #1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s