[Resensi] To All the Boys I’ve Loved Before

Judul : To All the Boys I’ve Loved Before
Terbit  : April 2015 by Spring
Halaman : 382
Penulis : Jenny Han
Penerjemah : Airien Kusumawardani
No ISBN : 6027150513 (ISBN13: 9786027150515)
Harga : – (hadiah dari penerbit)

“Kotak ini untuk menyimpan benda-benda istimewamu,” kata Mommy. “Kau bisa menyimpan benda yang paling berharga, paling kau suka dan paling rahasia di dalam kotak ini.”
“Misalnya apa?” tanyaku.
“Apa pun yang muat di dalamnya. Apa pun yang ingin kau simpan hanya untukmu sendiri.” (P. 374)

Lara Jean Song Covey menyimpan surat cintanya di sana. Di kotak topi milik Ibunya. Surat cinta untuk kelima orang yang pernah dicintainya.
1. Peter Kavinsky – orang yang mencuri ciuman pertama Lara Jean di kelas 7 merupakan tipikal cowok tampan mempesona. Ada sesuatu dalam dirinya yang disukai oleh semua cewek.

2. Josh Sanderson – tetangga sebelah rumah yang menjadi kesayangan para gadis Song – Margot, Lara dan Kitty. Josh adalah mantan pacar Margot sekaligus orang yang masih dicintai oleh Lara Jean.

“Josh, kau membuatku patah hati. Dan kau adalah pembohong. Karena kau mengenalku lebih baik dari siapa pun dan kau tidak mencintaiku.” (P. 240)

“…Selama ini kupikir aku sudah melupakanmu. Bagaimana mungkin aku tidak mungkin melupakanmu jika Margot adalah orang yang kau cintai? Kau selalu mencintai Margot.” (P. 68)

3. John Ambrose McClaren – cowok yang memiliki kenangan ‘di bawah guyuran hujan’ bersama Lara Jean di kelas 8, ketika pelajaran olahraga.

4. Kenny – cowok yang dikenal Lara Jean pada acara perkemahan gereja.

5. Lucas Krapf – cowok ‘gay’ yang memakai dasi cravat pada pesta dansa tahunan.

…hingga suatu ketika di suatu hari surat-surat yang dia tulis itu dikirimkan oleh entah siapa, yang kemudian mengubah kehidupan cinta Lara Jean. Apa yang ditakutinya terjadi, Josh – yang masih dicintainya dan mantan pacar kakaknya – Margot – menanyainya perihal surat tersebut. Demi menjaga harga dirinya di hadapan Josh serta tak ingin melukai hati kakaknya – karena Lara Jean tahu bahwa Margot masih mencintai Josh. Namun karena Margot memilih untuk kuliah ke Skotlandia, maka hubungan Margot dan Josh putus – Lara Jean berkata kalau itu hanyalah masa lalu dan Josh tidak perlu memikirkan hal itu dan berjanji tidak memberitahu Margot, karena sekarang Lara Jean telah menjalin hubungan dengan Peter Kavinsky. Dimulailah ‘drama cinta’ antara Peter K dan Lara Jean. Peter K setuju memainkan peran ‘pacar’ demi mempertahankan egonya karena telah dicampakkan oleh Genevieve (Gen) sekaligus membuat Gen cemburu.

“Aku akan menulis satu pesan untukmu setiap hari.” Kata Peter tiba-tiba bersemangat. “Itu akan membuat Gen gila.” (P. 129)

*****
Untuk yang menyukai drama cinta khas remaja yang ringan dan manis, novel ini sangat direkomendasikan. Tidak hanya nuansa cinta yang kental dalam novel best seller karangan Jenny Han ini, tetapi juga kehangatan sebuah keluarga campuran Amerika – Korea, keluarga Lara Jean. Lara Jean adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Margot, si anak sulung yang mengambil peran Ibu semenjak Ibu mereka meninggal dunia bertahun lalu. Lalu ada Kitty, si bungsu yang pintar dan sedikit menyebalkan.  Kisah sisterhood yang diangkat berperan penting dalam alur yang disajikan oleh Jenny Han. Bagaimana Lara Jean yang tidak ingin Margot tahu kalau dia juga menyukai Josh karena tidak ingin Margot kecewa padanya.

Novel ini termasuk novel yang ku ‘selingkuhi’ – aku membaca tiga sampai lima novel sekaligus, dan lebih dulu selesai – karena tidak segera menyelesaikannya begitu aku mulai membuka halaman pertama. Butuh waktu sekitar dua bulan hingga aku mencapai akhirnya. Pada halaman-halaman awal aku sedikit bosan dengan alur lambat yang diceritakan oleh Jenny Han. Tapi dari bagian itulah dapat dirasakan bagaimana kedekatan emosional kakak beradik Song. Bagaimana Lara dan Kitty bergantung pada Margot. Novel ini semakin sulit kulepaskan begitu aku sampai pada bagian Peter mendatangi Lara Jean untuk memberitahunya, bahwa dia tidak mengidap STD dan tidak menghabiskan potongan piza yang terakhir.

“Apa yang sedang kau bicarakan?”
“Itulah yang kau katakan. Dalam suratmu.” (P.76)

Ketika satu persatu, surat itu terkirim ke nama yang tertera di dalamnya konflik mulai terasa. Perubahan sikap Josh yang terlalu gampang, menurutku, untuk beralih dari Margot kepada Lara Jean. Kecemburuan Josh karena Kitty juga menyukai Peter. Serta bagaimana kepiawaian Lara dan Peter berpura-pura agar skenario mereka dipercayai oleh orang yang ingin mereka kelabui, Josh dan Gen. Meski porsi Gen dalam novel ini tidaklah banyak, namun Gen masih memiliki pengaruh besar dalam hidup Peter. Peter tidak mudah mengabaikan mantan pacar empat tahunnya itu begitu saja, meski Peter sudah dicampakkan oleh Gen.

Karakter favoritku dalam novel ini tentu saja Peter K. Cowok yang memiliki kepercayaan diri tinggi, wajah tampan, suka bercanda dan tentu saja sikapnya pada Lara itu sungguh manis (meski hanya pura-pura). Cewek mana sih yang mampu mengabaikan pesonanya *apaasih* #TimPeterK

“Peter memiliki wajah cowok tampan dari masa lalu. Dia bisa saja menjadi seorang tentara gagah di Perang Dunia I. Cukup tampan hingga seorang gadis bersedia menunggunya kembali dari perang selama bertahun-tahun. Begitu tampan hingga gadis itu bersedia menunggu selamanya” (P.46)

Selain Peter, aku juga menyukai Kitty, si bungsu keluarga Song yang manis dan pintar. Aku menyukai ketika dia membagi minumannya dengan Peter lalu berjanji akan membawakan Peter sebotol minuman yang sama yang dibelinya dari toko bahan makanan Korea sebagai imbalan atas ‘servis’ yang Peter lakukan tiap pagi padanya dan Lara Jean.
Aku membaca novel ini setelah diterjemahkan oleh Penerbit Spring. Hasil terjemahannya bagus, aku seolah bisa ikut merasakan apa yang Lara Jean rasakan. Novel ini memiliki sekuel yang sayangnya belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. PS. I Still Love You adalah judulnya, dan karena penasarannya aku sempat berniat untuk memesan online saja namun urung karena harga bukunya masih terlalu mahal untuk ukuran dompetku. Huhuhu. Mesti bersabar sajalah sampai penerbit Spring menerjemahkannya lagi. Berapa lama lagi menunggu? Entahlah, semoga tidak lama.

PS :
Kalau novel ini diadaptasi menjadi film aku dengan senang hati akan menontonnya. Demi Peter K #eh hahaha ^^

(selain covernya yang begitu manis dan cantik, pembatas bukunya juga unyu banget kan ya ^^)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s